banner 728x250

Siswa SMPN 1 Manonjaya berhasil meraih sejumlah prestasi FTBI tingkat Kabupaten Tasikmalaya

banner 120x600
banner 468x60

 

INEWSCIAMIS.Com – Siswa SMPN 1 Manonjaya berhasil meraih sejumlah prestasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang digelar pada 8 Oktober 2026 di Kecamatan Pagerageung.

banner 325x300

Pembimbing Bahasa Sunda SMPN 1 Manonjaya, Lisa Malinda, S.Pd., mengatakan para siswanya mengikuti tujuh mata lomba dalam ajang tersebut. Lomba yang diikuti di antaranya menulis carpon (carita pondok), membaca sajak, mendongeng, aksara Sunda, biantara (pidato), dan borangan.

Sejumlah siswa berhasil membawa pulang penghargaan dari berbagai kategori.

Tazkia meraih juara pertama menulis carpon kategori wanoja (putri), Safa meraih juara ketiga ngadongeng kategori wanoja, sedangkan Dila memperoleh juara harapan kedua borangan kategori wanoja.

Prestasi diraih peserta jajaka (putra). Fairuz meraih juara harapan pertama maca sajak, Taufik meraih juara harapan kedua ngadongeng, dan Febrian memperoleh juara harapan ketiga borangan.

Lisa mengaku bersyukur atas capaian para siswanya.

Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari semangat dan usaha para peserta dalam mengikuti setiap perlombaan.

“Alhamdulillah, menulis carpon juara kahiji tingkat kabupaten, mendongeng juara katilu, membaca sajak harapan kahiji, dan borangan harapan kadua,” ujar Lisa saat di temui awak media pada Senin  (12/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan menghadapi perlombaan dilakukan di tengah padatnya kegiatan belajar di sekolah.

Keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala dalam membimbing para siswa agar dapat berlatih secara maksimal.

“Latihannya kadang menyelipkan waktu luang saat istirahat di sekolah, karena Sabtu dan Minggu juga waktunya anak-anak bersama keluarga,” jelasnya.

Lisa berharap prestasi yang diraih para siswa dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Sunda dan melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi, bahkan nasional.

Dengan bakat siswa, khususnya dalam menulis carpon, terus diasah agar berkembang dan  bermanfaat pada masa depan.

“Harapannya, di tingkat provinsi bisa langkung, bahkan sampai tingkat nasional, dan bakat anak-anak dalam mengarang carpon bisa terus dipupuk,” pungkasnya.***

Kabupaten Tasikmalaya

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *