INEWSCIAMIS.Com– Haul Sukapura Adipati ke-1 hingga ke-16 dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara yang memiliki garis keturunan Sukapura.
Menjadi momentum mengenang jejak perjuangan dan jasa para leluhur Sukapura, sekaligus mempererat silaturahmi warga dan keturunan Sukapura dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut digelar di Lapang Alun alun Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (13/10/2026).
Malam acara puncak diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan.
Haul Sukapura pertama secara khusus mengenang para Adipati Sukapura sejak berdirinya Sukapura sekitar 400 tahun.
Ketua Panitia pelaksana,Dicky Z Sastradikusumah menyampaikan kegiatan haul Sukapura berlangsung sukses berkat dukungan dan sokongan Rotama serta keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya.
Difokuskan pengenalan budaya dan sejarah Sukapura melalui kaulinan Sukapura, berbagai permainan (mini game), serta lomba dan tutorial memasang iket Sunda.
Sejumlah tokoh turut hadir, Irjen Pol. (Purn.) Anton Charliyan, mantan Wakil Wali Kota Tasikmalaya H. Dede Sudrajat.
Sejumlah rektor perguruan tinggi di Tasikmalaya, serta tokoh masyarakat dan ulama keturunan Sukapura.
Peserta dan tamu undangan dari berbagai wilayah. Manonjaya, Kota Tasikmalaya, Sukaraja, Singaparna, Mangunreja, Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Cikalong, Pameungpeuk Garut, Bogor, Bandung, Banjar, dan daerah lainnya.
Selain menjadi ajang mengenang sejarah dan jasa para leluhur. Haul Sukapura menjadi ruang silaturahmi bagi warga serta keturunan Sukapura yang tinggal di berbagai daerah.
Muncul Aspirasi Evaluasi Yayasan Sukapura
Di balik suasana kebersamaan, menjadi momentum sejumlah aspirasi kritis dari kalangan muda dan tokoh-tokoh Sukapura mengenai pengelolaan warisan sejarah serta kelembagaan Sukapura.
“Sedikitnya, ada empat persoalan menjadi perhatian dan perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka,”katanya.
Mengenai kepengurusan Yayasan Sukapura, kejelasan struktur organisasi dan peran yayasan dalam menjaga warisan leluhur.
Muncul aspirasi agar dilakukan audit terhadap laporan keuangan yayasan, penjelasan kinerja dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
Hal ini juga mencakup keterbukaan informasi mengenai aset-aset yang dimiliki Sukapura serta hasil pengelolaan selama 25 tahun terakhir.
Perlunya audit administrasi dan pemeriksaan kelengkapan serta keaslian benda-benda pusaka Sukapura yang tersimpan di Museum Sukapura.
Langkah tersebut dinilai penting memastikan dokumentasi, inventarisasi, dan pelestarian benda-benda bersejarah tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Aspirasi tersebut merupakan bagian dari suara kalangan muda Sukapura yang bertemu dengan keprihatinan sejumlah tokoh senior.
Kalangan akademisi, profesor, doktor, rektor perguruan tinggi, serta ulama keturunan Sukapura dinilai memiliki perhatian besar terhadap keberlangsungan sejarah dan warisan leluhur.
Berbagai aspirasi,diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama demi memperkuat tata kelola kelembagaan.
Menjaga kepercayaan masyarakat, dan melestarikan peninggalan sejarah Sukapura bagi generasi mendatang.
Dengan demikian, Haul Sukapura tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Tetapi momentum refleksi bersama mengenai pentingnya merawat sejarah, memperkuat persaudaraan, serta memastikan warisan para leluhur tetap terjaga.
,”Selain diisi dengan doa dan tawasul, rangkaian kegiatan Haul Sukapura juga dimeriahkan pembacaan Rajah Sunda,” ujarnya.
Piagam Perhargaan Sukapura
Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan piagam penghargaan “Sukapura Ngadaun Ngora Award” kepada sejumlah tokoh memiliki kontribusi bagi Sukapura.
Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat, ulama, pengusaha, akademisi, hingga penggiat budaya Sukapura.
Bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi mereka dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan nilai-nilai sejarah dan budaya Sukapura.
“Sekaligus menutup kegiatan kami memberikan santunan kepada anak yatim piatu wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus melengkapi makna peringatan Haul Sukapura,” ucapnya.
Yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Candra, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Haul Sukapura yang untuk pertama kalinya digelar oleh panitia.
Menurutnya, kegiatan haul ini memiliki nilai lebih dibandingkan acara yang hanya bersifat seremonial karena diisi dengan doa untuk para karuhun atau leluhur Sukapura.
“Alhamdulillah, ini merupakan haul pertama kali yang diselenggarakan oleh panitia untuk Sukapura. Biasanya banyak acara yang sifatnya seremonial, tetapi begitu-begitu saja. Sementara itu, kegiatan ini memiliki sisi doa. Mudah-mudahan doa-doa yang dipanjatkan bisa sampai kepada para karuhun atau leluhur kita,” ujarnya.
Ia berharap, Haul Sukapura tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mendoakan para leluhur agar memberikan manfaat dan keberkahan bagi generasi penerus.
Dicky Candra bersyukur bisa bersilaturahmi dan bertemu dengan sejumlah tokoh, di antaranya Habib Luthfi bin Yahya dan Ustaz Yusuf Mansur.
“Alhamdulillah, ini menjadi sebuah keberkahan. Saya juga bisa bertemu dengan pemilik Rotama, mendapatkan manfaat dari kegiatan hari ini,” pungkasnya.***
Kota / Kabupaten Tasikmalaya kota

















