INEWSCIAMIS.Com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan melalui pelaksanaan razia insidentil di blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (17/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan.
Razia dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB hingga 23.40 WIB dengan menyasar Kamar 15, 16, 17, dan 19. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Erossyan Freda Adityawan bersama Karupam, Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib, staf KPLP, serta anggota regu pengamanan.
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh terhadap kamar hunian dan barang-barang milik warga binaan sebagai bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mitigasi untuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi disalahgunakan di dalam lingkungan lapas.
Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi mengganggu keamanan.
Barang-barang tersebut di antaranya empat korek api gas, satu batu baterai, dua gunting, satu kawat, satu baut, satu pinset, lima bilah gillet, satu gunting kuku, empat sendok, satu kartu remi, satu kartu domino, tiga sikat gigi, satu senjata tajam rakitan, delapan tali, dan empat gelas berbahan stainless.
Seluruh barang hasil temuan langsung diamankan petugas untuk mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat memicu gangguan keamanan maupun pelanggaran tata tertib di dalam lapas.
Meski tidak ditemukan narkotika maupun alat komunikasi ilegal, keberadaan sejumlah benda yang berpotensi membahayakan tetap menjadi perhatian serius jajaran pengamanan.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md.IP., S.H., M.M., mengatakan bahwa razia insidentil merupakan bagian dari strategi pengamanan yang rutin dilakukan guna memastikan kondisi lapas tetap aman dan kondusif.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Pencegahan menjadi langkah yang sangat penting agar proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik dan lingkungan lapas tetap terkendali,” ujar Supriyanto.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya ditentukan oleh program pembinaan yang diberikan, tetapi juga oleh terciptanya situasi yang aman dan tertib di dalam lapas.Karena itu, pengawasan terhadap blok hunian akan terus diperkuat melalui razia berkala maupun insidentil.
Ia menegaskan bahwa jajaran Lapas Ciamis tidak akan memberikan ruang bagi masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan maupun berpotensi memicu pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lapas. Deteksi dini harus dilakukan secara konsisten agar potensi gangguan dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Hasil razia selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut dalam memperkuat sistem pengamanan dan pencegahan gangguan keamanan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan masuknya barang-barang terlarang demi mendukung terciptanya proses pembinaan warga binaan yang aman, tertib, dan efektif.
