banner 728x250
News  

Perangi Pekat, FPI Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Ribuan Botol Dimusnahkan

banner 120x600
banner 468x60

Inewsciamis, com – Upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) kembali mencuat di Kabupaten Ciamis. Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis melakukan aksi pembongkaran enam gudang penyimpanan minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Cikoneng dan Sindangkasih, Sabtu (25/4/2026) dini hari.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan botol miras dari berbagai merek berhasil diamankan. Seluruh barang bukti kemudian dimusnahkan di lokasi dengan cara dihancurkan satu per satu sebagai bentuk penegasan terhadap peredaran miras yang dinilai meresahkan masyarakat.

banner 325x300

Ketua DPD FPI Jawa Barat, KH Wawan Abdul Malik Marwan, membenarkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar terhadap penyakit masyarakat yang masih marak terjadi.

“Hasilnya, kami menemukan cukup banyak miras dari enam titik gudang yang diduga disimpan di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh miras yang ditemukan langsung dimusnahkan tanpa terkecuali sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran minuman keras.

“Semua kami hancurkan di tempat, tidak ada yang disisakan,” tegasnya.

Menurutnya, temuan ini menjadi fakta bahwa peredaran miras di Ciamis masih terjadi secara terorganisir, meskipun selama ini wilayah tersebut dikenal relatif kondusif.

“Kejadian ini cukup mengejutkan. Ciamis yang selama ini dianggap aman, ternyata masih ditemukan peredaran miras dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan anggota FPI di wilayah zona satu Ciamis yang telah berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dalam menanggulangi penyakit masyarakat, termasuk peredaran miras dan aktivitas geng motor yang meresahkan.

“Kami berharap pemerintah segera membuat regulasi yang lebih tegas terkait peredaran miras, sehingga ada efek jera bagi para pelaku,” pungkasnya.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara masyarakat, organisasi, dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyakit sosial, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah secara berkelanjutan.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *