INEWSCIAMIS.Com — Dunia perguruan tinggi kini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI). Namun, kemampuan menggunakan teknologi dinilai perlu berjalan beriringan dengan etika, keterampilan berpikir dan kebijaksanaan dalam berkomunikasi.
Pesan tersebut menjadi salah satu materi yang diterima mahasiswa baru Universitas Galuh dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027.
Sekitar 1.772 mahasiswa baru dari 25 program studi mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan akademik serta pentingnya membangun komunikasi yang bijak di media sosial.
Materi tersebut disampaikan Sarah Saputri, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Mahasiswa diperkenalkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana pendukung proses belajar, pencarian informasi dan pengembangan kemampuan. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan tanggung jawab.
Hal tersebut penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi yang sehari-hari berhadapan dengan arus informasi digital yang sangat cepat.
Kemampuan memilah informasi, menjaga etika komunikasi dan memahami konsekuensi dari aktivitas di media sosial menjadi bagian dari kecakapan yang perlu dibangun sejak memasuki perguruan tinggi.
PKKMB juga memberikan pembekalan mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).
Melalui rangkaian materi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat dan saling menghargai.
Pesan yang dibangun Universitas Galuh cukup sederhana: teknologi boleh berkembang cepat, tetapi karakter dan tanggung jawab manusia tidak boleh tertinggal.***
Reporter:Nurhaeni
