INEWSCIAMIS.Com, – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Polres Ciamis memperkuat langkah pencegahan potensi konflik sosial melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar silaturahmi dan dialog bersama unsur pemerintahan, panitia, bakal calon kepala desa, serta tokoh masyarakat di Kecamatan Cikoneng, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., tersebut menjadi bagian dari strategi cooling system untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, khususnya menjelang tahapan Pilkades di Desa Kujang dan Desa Cimari.
Pertemuan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.20 WIB di Ruang Kerja Camat Cikoneng, Kantor Kecamatan Cikoneng. Kapolres hadir didampingi Wakapolres, pejabat utama Polres Ciamis, Kapolsek Cikoneng, serta Serdik Paja Akpol Angkatan 58.
Hadir pula Camat Cikoneng Heri Rianto, S.Sos., M.Si., kepala desa, ketua BPD, ketua panitia Pilkades, para bakal calon kepala desa dari Desa Kujang dan Cimari, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga setempat.
Dalam dialog tersebut, Kapolres menegaskan bahwa silaturahmi dan komunikasi langsung merupakan bagian penting dari upaya kepolisian mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Melalui pertemuan terbuka, Polri dapat menyerap aspirasi sekaligus mengetahui perkembangan situasi di tengah masyarakat.
Menjelang Pilkades, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan persatuan dan persaudaraan di atas kepentingan politik maupun dukungan terhadap calon tertentu. Perbedaan pilihan merupakan hal wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi perselisihan, permusuhan, apalagi perpecahan antarwarga.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks, isu provokatif, maupun informasi yang belum terverifikasi. Setiap persoalan diharapkan diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang dapat memperkeruh suasana.
Para bakal calon kepala desa beserta pendukungnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda juga diharapkan mengambil peran dalam menjaga suasana tetap sejuk. Apabila ditemukan indikasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat setempat.
Sementara itu, Camat Cikoneng Heri Rianto menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolres Ciamis yang turun langsung membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi penting antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia Pilkades, dan para bakal calon.
Pemerintah Kecamatan Cikoneng, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung kelancaran tahapan Pilkades Serentak 2026. Ia juga mengajak masyarakat Desa Kujang dan Cimari agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan, melainkan tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan.
Langkah antisipasi ini menjadi semakin penting karena berdasarkan hasil pemetaan kerawanan Pilkades Serentak 2026, Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, masuk kategori sangat rawan. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus Polres Ciamis untuk meningkatkan intensitas pencegahan melalui cooling system, komunikasi dengan para tokoh, pendekatan kepada bakal calon beserta pendukungnya, serta pemantauan perkembangan situasi di tingkat desa.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Ciamis berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Pilkades yang aman, damai, sejuk, dan demokratis. Sebab, keberhasilan demokrasi di tingkat desa bukan hanya ditentukan oleh proses pemilihan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga persaudaraan setelah perbedaan pilihan muncul.
Polres Ciamis menegaskan akan terus mengoptimalkan pendekatan humanis dan kegiatan cooling system sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, bakal calon, dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar tanpa mengorbankan persatuan warga.***
