banner 728x250
Polri  

Kapolres Ciamis Ajak Warga Cikoneng Bijak Bermedia Sosial Di Maulid Nabi Muhammad SAW

banner 120x600
banner 468x60

INEWSCIAMIS.Com– Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial serta meningkatkan pengawasan terhadap anak.

Ia menilai informasi tanpa verifikasi dapat memicu hoaks, sementara kurangnya pengawasan keluarga dapat membuka peluang kenakalan remaja dan kejahatan jalanan.

banner 325x300

Pesan tersebut Eko sampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menerima dan membagikan informasi.

“Kalau kita lihat media sosial itu banyak sekali hoaks. Kadang berita belum tentu betul sudah menjadi perbincangan,” kata Eko.

Eko meminta masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Menurutnya, masyarakat perlu bersikap cermat agar informasi yang beredar tidak membentuk opini keliru, merusak nama baik, atau menimbulkan kerugian bagi orang lain.

“Saya mengajak kita semua, karena di sini saya sebagai Kapolres di sisi keamanan, kita harus cermat, kita harus bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Selain penggunaan media sosial, Eko menyoroti peran orang tua dalam mencegah kenakalan remaja.

Ia mengatakan polisi masih menemukan remaja yang nongkrong hingga larut malam dan dalam kondisi tertentu membawa mereka ke kantor untuk mendapat pembinaan.

“Kalau dilihat sekarang kenakalan-kenakalan remaja, kejahatan-kejahatan jalanan ini banyak. Ini sangat meresahkan,”tambahnya.

Eko menjelaskan polisi terlebih dahulu melihat kondisi dan unsur tindak pidana ketika mengamankan remaja. Jika petugas menemukan narkoba, senjata, atau barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana, polisi mengambil langkah hukum sesuai ketentuan.

Namun, polisi dapat memberikan pembinaan bersama orang tua jika remaja hanya nongkrong dan belum melakukan tindak pidana.

“Kalau dia nongkrong-nongkrong namun berpotensi nanti tengah malam dia keliaran, membegal dan lain sebagainya, ini biasa kita tangkap,” tambahnya.

Eko kemudian meminta orang tua tidak menyerahkan seluruh persoalan kenakalan remaja kepada kepolisian.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi pergaulan, memberikan pendidikan, dan membimbing anak agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

“Ini semua jadi tugas kita bersama, bukan hanya tanggung jawab dari kepolisian,” pungkasnya.**

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *