INEWSCIAMIS.Com– Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2026. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, Abdul Mubarok (67), wafat di Madinah, Arab Saudi, setelah menjalani perawatan intensif akibat serangan heat stroke (stroke panas).
Almarhum mengembuskan napas terakhir di King Fahd Hospital, Madinah, pada Minggu (28/6/2026) pukul 18.10 waktu Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, S.Ag., M.A., membenarkan kabar duka tersebut.
Menurutnya, Abdul Mubarok merupakan jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 31 Embarkasi Kertajati (KJT).
“Benar, kami menerima informasi bahwa salah satu jemaah haji asal Kabupaten Ciamis telah meninggal dunia di Madinah setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Nana saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Nana menjelaskan, sebelum berangkat ke Tanah Suci, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung koroner (Coronary Heart Disease/CHD) dan hipertensi.
Kondisi kesehatannya mulai menurun pada 14 Juni 2026 ketika dalam perjalanan menuju Madinah. Saat itu, almarhum mengalami penurunan kesadaran dan segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) King Fahd Hospital untuk mendapatkan penanganan medis.
Sehari kemudian atau pada 15 Juni 2026, tim medis memindahkan Abdul Mubarok ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Karena kondisinya cukup berat, almarhum harus menggunakan ventilator dan menjalani tindakan hemodialisis untuk membantu fungsi organ tubuhnya.
Pada 19 Juni 2026, kondisi almarhum sempat menunjukkan perkembangan positif setelah tingkat kesadarannya meningkat. Namun harapan tersebut tidak berlangsung lama.
Sehari berselang, fungsi organ tubuhnya kembali menurun sehingga dokter melanjutkan perawatan intensif, termasuk hemodialisis di ruang isolasi.
Selama 21 hingga 28 Juni 2026, Abdul Mubarok tetap menjalani perawatan di ICU dengan bantuan ventilator.
Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya mengalami henti jantung pada Minggu petang.
Berdasarkan sertifikat kematian yang diterbitkan Indonesian Medical Mission, penyebab langsung wafatnya Abdul Mubarok adalah hipovolemic shock yang dipicu oleh heat stroke, dengan hipertensi sebagai penyakit penyerta yang memperberat kondisi pasien.
Nana Supriatna menyampaikan bahwa jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Jannatul Baqi (Baqi), Madinah.
Pemakaman yang berada di samping Masjid Nabawi tersebut merupakan salah satu kompleks pemakaman paling bersejarah dalam Islam karena menjadi tempat dimakamkannya ribuan sahabat Rasulullah SAW, keluarga Nabi Muhammad SAW, serta penduduk Madinah.
“Dimakamkan di Jannatul Baqi merupakan sebuah kemuliaan. Semoga hal ini menjadi penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan, karena tidak semua orang memperoleh kesempatan dimakamkan di tempat yang mulia tersebut,” tutur Nana.
Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, Nana turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum memperoleh ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abdul Mubarok. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadah hajinya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Kepergian Abdul Mubarok menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.
Di sisi lain, dimakamkannya almarhum di Jannatul Baqi menjadi sebuah kehormatan yang diyakini membawa kemuliaan, sekaligus menjadi doa dan penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan.(Red)***
