banner 728x250

Inovasi Tanpa Batas, Lapas Ciamis Terus Kembangkan Keterampilan Warga Binaan

banner 120x600
banner 468x60

INEWSCIAMIS.Com – Masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis tidak hanya diisi dengan menjalani masa pidana.

Di balik keterbatasan anggaran, warga binaan terus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

banner 325x300

Berbagai program pembinaan terus dijalankan Lapas Kelas IIB Ciamis. Mulai dari keterampilan kerja, pertanian, pendidikan, literasi, pelayanan digital hingga seni dan kreativitas warga binaan.

Terbaru, Lapas Ciamis mengembangkan pembinaan seni tradisional Sunda melalui pelatihan musik degung.

Program tersebut menjadi salah satu cara untuk menggali potensi warga binaan sekaligus memberikan kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md.I.P., S.H., M.M., mengatakan efisiensi anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap warga binaan.

Menurutnya, dengan sumber daya dan personel yang tersedia, Lapas Ciamis akan terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata.

“Semampu kami, dengan personel dan kemampuan yang ada, kami akan terus memberikan yang terbaik untuk warga binaan. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pembinaan, mereka dapat kembali kepada masyarakat dan berkontribusi dalam hal-hal yang positif,” kata Supriyanto, Kamis (13/8/2026).

Dari Keterampilan Kerja hingga Pertanian

Program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus Lapas Ciamis. Warga binaan diberikan berbagai pelatihan yang diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Salah satunya adalah pelatihan pembuatan kursi taman yang memiliki nilai ekonomi dan dapat digunakan untuk kebutuhan internal maupun luar lapas.

Lapas Ciamis juga mengembangkan pertanian produktif dengan memanfaatkan lahan terbatas. Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak eksternal sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan.

Selain itu, warga binaan mendapatkan pelatihan pembuatan ember komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Kegiatan ini sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Berbagai keterampilan lain juga dikembangkan, seperti pengolahan makanan, perikanan dan kegiatan produktif lainnya melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.

Pendidikan dan Literasi Tetap Berjalan

Pembinaan warga binaan juga menyentuh sektor pendidikan dan literasi.

Lapas Ciamis memiliki program Galendo sebagai sarana meningkatkan minat baca dan literasi warga binaan. Selain itu, melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, warga binaan juga mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

Degung Jadi Ruang Ekspresi

Tidak hanya keterampilan kerja, potensi seni warga binaan juga mendapat perhatian.

Lapas Ciamis kini memberikan pelatihan seni tradisional Sunda berupa degung. Supriyanto mengatakan kemampuan tersebut nantinya diharapkan dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan dan momentum tertentu.

“Kami saat ini memberikan pembinaan seni degung. Pada waktunya nanti akan kami tampilkan saat ada kegiatan atau momentum penting. Selain seni degung, kami juga memberikan pembinaan hadroh dan seni lainnya,” ujarnya.

Pembinaan seni sebelumnya juga dikembangkan melalui Pojok Musik Lapas. Dari ruang kreativitas tersebut, warga binaan bahkan telah menghasilkan karya berupa album “Harmoni Tanpa Batas”.

Kolaborasi seni dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Polres Ciamis juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat.

Pelayanan Publik Berbasis Digital

Di bidang pelayanan publik, Lapas Ciamis juga terus melakukan inovasi.

Salah satunya melalui SIMANJA (Sistem Informasi dengan Jawaban Akurat), layanan informasi berbasis pesan otomatis WhatsApp yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai layanan pemasyarakatan.

Selain itu terdapat SILACI (Sistem Layanan Terpadu Lapas Ciamis) yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan administrasi.

Inovasi digital tersebut diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang lebih mudah, transparan dan responsif bagi masyarakat.

Pembinaan untuk Bekal Kembali ke Masyarakat

Supriyanto menegaskan, seluruh program tersebut pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.

“Yang kami harapkan bukan hanya mereka menjalani masa pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki keahlian dan keterampilan yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, proses pembinaan harus mampu membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Karena itu, berbagai potensi yang dimiliki warga binaan terus diarahkan melalui kegiatan yang produktif dan konstruktif.

Dari pembuatan kursi taman, pertanian, pengelolaan lingkungan, pendidikan, literasi hingga seni degung, Lapas Ciamis berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri dan kemandirian warga binaan.

Bagi Lapas Ciamis, keberhasilan pembinaan bukan sekadar menghasilkan karya selama berada di dalamb lapas. Lebih jauh, keberhasilannya diharapkan terlihat ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat dan mampu memberikan kontribusi positif.***

Reporter:Heni

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *