INEWSCIAMIS.Com, — Deru suara anak-anak riuh rendah memenuhi Gelanggang Olahraga (GOR) Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Ciamis, pada Kamis, 7 Mei 2026. Di sudut ruangan, seorang anak tampak sibuk memulas warna di atas kertas, sementara di panggung utama, gerak ritmis penari cilik mencoba memikat mata juri. Hari itu, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kecamatan resmi digelar.
Ketua Panitia FLS2N Cikoneng, Asep Saeful, menyebut perhelatan ini sebagai ruang jeda sekaligus pembuktian bagi para siswa di tengah padatnya kurikulum akademik.
“Baru hari ini terlaksana karena memang agenda pendidikan sedang sangat padat,” ujar Asep saat ditemui di sela-sela kegiatan di SDN 1 Nasol.
Sebanyak 236 siswa dari 29 sekolah dasar se-Kecamatan Cikoneng ambil bagian.
Mereka berkompetisi dalam tujuh cabang perlombaan: menulis cerita, gambar bercerita, menyanyi solo, kriya, pantomim, mendongeng, hingga seni tari.
Asep menekankan bahwa peserta yang hadir merupakan pelajar kelas 5 ke bawah, sebuah upaya untuk memupuk bakat sejak dini.
Lebih dari Sekadar Medali
Bagi panitia, FLS2N bukan sekadar urusan menang atau kalah di atas panggung. Asep menjelaskan bahwa misi besar dari kegiatan ini adalah menyemai karakter.
“Kami ingin membangun wadah agar anak-anak berani menyalurkan kemampuan mereka. Di sini mereka belajar sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab,” katanya.
Di tengah gempuran budaya digital, ajang ini juga menjadi benteng untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa.
Melalui mendongeng dan tari, para siswa diajak kembali mengenali akar tradisi mereka.
“Tujuannya jelas, menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya daerah maupun nasional,” tambah Asep.
Gerbang Menuju Kabupaten
Meski kental dengan nuansa edukasi dan karakter, gairah kompetisi tetap terasa hangat.
Pasalnya, hanya ada satu tiket bagi pemenang untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Asep menegaskan bahwa hanya peraih Juara 1 dari tiap cabang lomba yang akan diberangkatkan sebagai utusan resmi Kecamatan Cikoneng.
”Juara pertama akan menjadi wakil kami di FLS2N tingkat Kabupaten Ciamis kelak,” ungkapnya.
Di akhir percakapan, Asep menaruh harapan besar agar talenta-talenta muda dari Cikoneng tidak layu setelah kompetisi usai.
Ia ingin melihat pengembangan bakat ini berjalan selaras dengan pendidikan akademik di sekolah.
Sebuah ikhtiar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga peka secara rasa dan karsa.***
Reporter:Ismie

















