banner 728x250
News, Polri  

Di Tengah Krisis Air, Polres Ciamis Hadir Bantu Warga Wangunjaya

banner 120x600
banner 468x60

INEWSCIAMIS.Com, – Musim kemarau yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih mendapat perhatian dari Polres Ciamis. Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., bersama BPBD Kabupaten Ciamis turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Dusun Campaka, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kamis (20/8/2026).

Penyaluran bantuan berlangsung di Blok Batubelah RT 04 RW 02 Dusun Campaka. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang masyarakatnya terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

banner 325x300

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polres Ciamis, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, ST, M.Si., Kepala Desa Wangunjaya Dede Nuraini, S.Keb., serta masyarakat setempat.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain dibagikan kepada masyarakat, sebagian air digunakan untuk mengisi toren penampungan di Masjid Al Ikhlas Dusun Campaka agar dapat dimanfaatkan warga sekitar.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons Polri terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Polres Ciamis akan terus hadir di tengah masyarakat. Selain menyalurkan bantuan air bersih, kami juga berencana memberikan tiga unit toren atau tandon air berkapasitas 2.000 liter untuk mendukung penampungan air bersih di wilayah yang rawan mengalami kekeringan,” kata AKBP Eko Iskandar.

Menurutnya, penyediaan tandon di sejumlah titik rawan kekeringan diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi sekaligus menyediakan tempat penyimpanan air bagi masyarakat.

Dorong Sumur Bor sebagai Solusi Permanen

Polres Ciamis tidak hanya mengandalkan bantuan distribusi air. Untuk mengatasi persoalan kekeringan secara berkelanjutan, Kapolres meminta BPBD Kabupaten Ciamis melakukan kajian teknis mengenai kemungkinan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami krisis air secara berulang.

“Kita berharap ada solusi jangka panjang sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air ketika musim kemarau,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ciamis, sebanyak 22 desa yang tersebar di 15 kecamatan tercatat terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026. Kabupaten Ciamis saat ini masih berada dalam status Siaga Darurat Kekeringan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD, bersama Polres Ciamis dan jajaran Polsek, untuk terus melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat di berbagai wilayah terdampak.

Bagi warga Dusun Campaka, bantuan air bersih menjadi sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat pun berharap distribusi tetap dilakukan selama kondisi kekeringan berlangsung, sembari menunggu hadirnya solusi jangka panjang.

Penanganan krisis air bersih tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, pemerintah desa dan masyarakat. Bukan hanya memastikan kebutuhan air terpenuhi saat darurat, tetapi juga mencari sumber air yang dapat menjadi solusi berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.***

Reporter: Heni

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *