Ciamis,Inewsciamis.com,- Pelantikan pengurus PWI Kabupaten Ciamis masa bakti 2025–2028 di Aula BKPSDM, Sabtu (25/4/2026), tidak melulu soal pidato kaku dan seremonial formal. Ada sisi jenaka dan momen unik yang membuat gelak tawa pecah di tengah ruangan, terutama saat Plt Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, naik ke podium.
Keunikan pertama dimulai dari nama sang nakhoda baru PWI Ciamis, Anthika Asmara. Ahmad Syukri menyebut peristiwa pelantikan kali ini sangatlah langka dan, sesuai namanya, terasa “Antik”.
”Pelantikan ini termasuk yang unik, Pak Bupati. Jarang terjadi. Dulu saya yang memimpin sidang pemilihannya saat jadi Wakil Ketua Bidang Organisasi, dan hari ini saya juga yang melantik beliau. Apa karena nama ketuanya Anto (Anthika), jadi peristiwanya ‘Antik’?” seloroh Ahmad Syukri yang disambut tawa para hadirin.
Drama ‘Izin Istri’ untuk Lepas Burung
Suasana semakin cair saat Ahmad Syukri membahas agenda Hari Pers Nasional (HPN) esok hari yang bertema pelestarian lingkungan. Salah satu agendanya adalah pelepasliaran burung dan tebar benih ikan.
Sambil melirik Bupati Ciamis, Ahmad Syukri curhat colongan mengenai rencana kehadirannya besok. Ia mengaku harus “bernegosiasi” ketat dengan istrinya di rumah hanya untuk urusan melepaskan burung ke alam liar.
”Tadi saya izin ke istri, ‘Ma, kalau lepas burung Bapak boleh nggak?’. Eh, jawaban istri saya, ‘Aduh Pa, kalau burung mah sayang, baru di-treatment kemarin masa mau dilepas?’,” ceritanya yang kembali mengocok perut tamu undangan.
Karena alasan agenda yang tidak bisa ditinggalkan di Bandung, ia pun terpaksa absen pada aksi lingkungan besok pagi. Namun, ia memastikan dukungannya tetap penuh untuk PWI Ciamis.
Momentum yang Tak Biasa
Di balik candaan tersebut, Ahmad Syukri mengakui bahwa PWI Ciamis periode ini memang spesial.
Selain karena nama ketuanya yang unik, semangat yang diusung pun tergolong luar biasa karena mengolaborasikan isu lingkungan dengan mendatangkan artis-artis nasional.
Ketua PWI Ciamis, Anthika Asmara, hanya tersenyum menanggapi banyolan seniornya itu.
Baginya, kemeriahan dan keunikan acara ini adalah hasil kerja keras panitia yang “pusing” mempersiapkan acara skala nasional demi nama baik Ciamis.
”Alhamdulillah, meskipun persiapannya bikin panitia pusing, kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Antik atau tidak, yang penting manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkas Anthika.
Rangkaian acara “Antik” ini masih akan berlanjut besok, Minggu (26/4), dengan aksi bersih-bersih sungai dan bagi-bagi kadeudeuh untuk marbot masjid serta petugas kebersihan.

















