banner 728x250

Miris !! Rumah Warga Purbaratu Miring dan Nyaris Roboh, Warga Pertanyakan Realisasi Bantuan RTLH

banner 120x600
banner 468x60

 

INEWSCIAMIS.Com – Kondisi rumah peninggalan almarhum Marno yang berada di RT 02 RW 07, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, sangat memprihatinkan. Bangunan rumah mengalami kemiringan cukup parah sehingga sebagian strukturnya terancam roboh.

banner 325x300

Ironisnya, rumah tersebut dikabarkan telah diusulkan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sejak 2017.

Namun, hingga bertahun-tahun berlalu, bantuan perbaikan rumah yang diharapkan belum juga terealisasi.

Berdasarkan keterangan Andi, semasa hidupnya Marno beberapa kali diminta menyiapkan dokumen administrasi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk melengkapi persyaratan pengajuan bantuan RTLH. Jum’at (30/10/2026).

“Sejak tahun 2017 sudah diajukan ke program RTLH,” ungkapnya.

“Semasa hidupnya, Marno juga sering diminta KTP dan KK untuk pengajuan bantuan. Tetapi sampai sekarang bantuan itu tidak pernah datang,” tuturnya.

Kini, setelah Marno meninggal dunia, kondisi rumah yang ditinggalkannya justru semakin mengkhawatirkan.

Kemiringan bangunan dan kondisi konstruksi yang semakin rapuh menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi terjadinya bangunan roboh.

Sebagai langkah antisipasi, warga sekitar berinisiatif membantu mengamankan sejumlah bagian bangunan yang dinilai membahayakan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya musibah.

Warga berharap persoalan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sudah Diusulkan ke RTLH hingga BAZNAS, Belum Ada Kepastian

Menurut keterangan Andi, pengajuan bantuan tidak hanya dilakukan melalui program RTLH, tetapi juga telah diupayakan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Namun, hingga kini belum ada bantuan yang terealisasi

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pendataan, verifikasi, serta mekanisme penentuan prioritas penerima bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga dengan kondisi rumah yang sudah membahayakan keselamatan.

Mengapa rumah yang telah diusulkan sejak bertahun-tahun lalu belum mendapatkan penanganan?

Persoalan ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar program bantuan perbaikan rumah benar-benar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Jangan sampai warga harus berulang kali melengkapi persyaratan administrasi tanpa memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pengajuan bantuan mereka.

Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Warga berharap Pemerintah Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta instansi terkait segera turun langsung meninjau kondisi rumah tersebut.

Mengingat kondisi bangunan yang berisiko roboh, langkah pengamanan darurat perlu segera dilakukan, tanpa harus menunggu proses administrasi.

Persoalan ini bukan sekadar mengenai pembangunan atau perbaikan rumah, melainkan menyangkut keselamatan manusia dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Pemerintah juga  memberikan penjelasan mengenai status pengajuan RTLH sejak 2017, termasuk upaya pengajuan melalui BAZNAS, agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak  berada dalam ketidakjelasan.

Kini, warga menantikan langkah nyata dari pemerintah.

Bukan sekadar pendataan ulang atau janji, melainkan pemeriksaan langsung, penanganan risiko bangunan, serta solusi konkret bagi rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Jangan menunggu rumah benar-benar roboh dan menimbulkan korban jiwa baru dilakukan penanganan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.***

Kota Tasikmalaya

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *