INEWSCIAMIS.Com – Camat Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Firman Krisnawan, S.Sos., M.Si. Mengimbau para kepala desa, kepala dusun, ketua RT dan RW untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama musim kemarau.
Firman mengatakan, upaya tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, diare, cacingan, dan infeksi kulit.
Kebersihan sanitasi juga menjadi salah satu faktor penting upaya menekan angka stunting.
Ia menyoroti masih adanya warga yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation, termasuk warga yang belum memiliki jamban dan tangki septik sendiri di rumahnya.
Menurutnya, masih ditemukan jamban yang dibangun di atas kolam serta pembuangan limbah tinja langsung ke aliran sungai.
Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terlebih saat musim kemarau.
“Setiap rumah memiliki jamban yang layak atau tangki septik sesuai standar kesehatan,” katanya.
“Kami berharap kebiasaan BAB sembarangan di sungai, ladang, maupun kebun bisa dihentikan,” ujar firman saat ditemui awak media pada Senin (12/10/2026).
Firman menegaskan, persoalan sanitasi bukan hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
Tetapi berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Karena itu, ia meminta seluruh unsur pemerintahan desa, mulai dari kepala desa, kepala dusun, hingga ketua RT dan RW, memberikan pemahaman kepada warga yang masih melakukan BABS.
Dengan adanya sosialisasi dan kesadaran bersama.
Masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga.
Serta mencegah penyakit berbasis lingkungan dan menekan risiko stunting di wilayah Kecamatan Manonjaya.***
Kabupaten Tasikmalaya

















