banner 728x250

Persikotas Bermarkas di Stadion Galuh, PSGC dan Laskar Wiradadaha Bangun Kolaborasi Baru

Oplus_16908288
banner 120x600
banner 468x60

INEWSCIAMIS.Com– Dua kekuatan sepak bola Priangan Timur, PSGC Ciamis dan Persikotas Kota Tasikmalaya, membuka babak baru kolaborasi. Persikotas resmi menjadikan Stadion Galuh Ciamis sebagai home base untuk mengarungi kompetisi Liga 3 musim 2026/2027.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama strategis antara CEO PSGC Ciamis H. Herdiat Sunarya dan CEO Persikotas Kota Tasikmalaya H. Ecep Suwardaniyasa.

banner 325x300

Keduanya menyampaikan pandangan mengenai kerja sama tersebut saat ditemui di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (20/9/2026).

Bagi kedua klub, penggunaan Stadion Galuh bukan semata persoalan tempat bertanding. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem sepak bola Priangan Timur yang lebih kuat, mulai dari pemanfaatan fasilitas, pembinaan pemain, agenda pertandingan, pengembangan suporter hingga peluang industri olahraga.

CEO PSGC Ciamis H. Herdiat Sunarya mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Persikotas. Menurutnya, Stadion Galuh dinilai layak untuk digunakan dalam kompetisi nasional, baik Liga 2 maupun Liga 3.

“Alhamdulillah, kita baru selesai melakukan pembicaraan dengan CEO Persikotas. Intinya, ada kerja sama yang baik dari sisi pembinaan atlet termasuk home base. Stadion Galuh alhamdulillah dipandang layak untuk menggelar kompetisi, baik Liga 2 maupun Liga 3,” ujar Herdiat.

Menurut Herdiat, kolaborasi tersebut juga harus dilihat dari dampak yang lebih luas. Kehadiran Persikotas di Stadion Galuh berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru ketika pertandingan berlangsung.

“Kita kan masih satu daerah. Kita tidak melihat untung ruginya, tetapi multiplier effect-nya. Dengan adanya keramaian dan kegiatan di Ciamis, insyaallah bisa meningkatkan perekonomian UMKM dan perhotelan. Mudah-mudahan ini membawa manfaat besar untuk masyarakat Ciamis,” katanya.

Persikotas Sambut Era Baru

CEO Persikotas Kota Tasikmalaya H. Ecep Suwardaniyasa menyampaikan apresiasi kepada Herdiat Sunarya dan manajemen PSGC Ciamis yang telah menerima Persikotas menggunakan Stadion Galuh sebagai home base.

Menurut Ecep, kerja sama tersebut menjadi langkah awal yang baik untuk membangun masa depan sepak bola Priangan Timur secara bersama-sama.

“Ini merupakan awal yang sangat bagus untuk kolaborasi masa depan sepak bola Priangan Timur, terutama atas diterimanya Persikotas menempati Stadion Galuh sebagai home base,” ungkap Ecep.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Ciamis dan suporter PSGC yang menyambut keberadaan Persikotas.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Ciamis dan segenap suporter Laskar Singacala. Momen ini menjadi penanda hubungan baik ke depan antara Laskar Singacala dengan Laskar Wiradadaha,” lanjutnya.

Ecep menegaskan, kerja sama tersebut tidak akan berhenti pada penggunaan stadion. Ada peluang yang lebih luas untuk mengembangkan pembinaan pemain muda, mengoptimalkan fasilitas serta membuka potensi sport tourism di kawasan Priangan Timur.

“Kerja sama ini tidak hanya strategis dalam hal pelaksanaan kompetisi, tetapi juga merambah ke aspek pembinaan, pengembangan potensi sport tourism, hingga pengolahan potensi pemain muda yang bisa dikolaborasikan di antara kedua klub,” katanya.

Rivalitas di Lapangan, Persaudaraan di Luar Lapangan

Kolaborasi PSGC dan Persikotas juga membawa pesan bagi para pendukung kedua klub.

PSGC dengan identitas Laskar Singacala dan Persikotas dengan Laskar Wiradadaha memiliki basis suporter masing-masing. Namun, kerja sama kedua klub diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat sportivitas dan persaudaraan.

Rivalitas dalam pertandingan tetap menjadi bagian dari dinamika sepak bola. Namun, rivalitas tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi gesekan yang merusak.

Karena itu, edukasi suporter dan kampanye perdamaian menjadi salah satu bagian penting dalam membangun atmosfer sepak bola yang sehat.

Dari Stadion Galuh Menuju Ekosistem Sepak Bola

Kerja sama kedua klub juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas dan pemusatan latihan secara lebih optimal.

Agenda pertandingan uji coba dan turnamen pramusim dapat dikembangkan sebagai sarana evaluasi tim sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Di sisi lain, peluang kemitraan komersial, sponsorship, media, merchandising dan industri olahraga juga dapat dikembangkan secara bersama untuk memperkuat kemandirian klub.

Ecep melihat keberadaan PSGC di Liga 2 dan Persikotas di Liga 3 sebagai modal penting bagi sepak bola Priangan Timur.

“Priangan Timur kini memiliki PSGC Ciamis di Liga 2 yang kita banggakan, serta Persikotas Tasikmalaya di Liga 3. Kedua tim ini siap menjadi motor penggerak utama sepak bola di Priangan Timur,” ujarnya.

Sementara bagi Herdiat, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa batas administratif antara Ciamis dan Kota Tasikmalaya tidak harus menjadi sekat dalam membangun kemajuan olahraga.

Stadion Galuh kini tidak hanya menjadi kandang PSGC, tetapi juga menjadi ruang bagi Persikotas untuk menjalani kompetisi nasional. Dari titik tersebut, dua klub bertetangga di Priangan Timur mencoba membangun kekuatan bersama.

Pada akhirnya, kerja sama PSGC dan Persikotas membawa pesan sederhana: rivalitas boleh terjadi selama 90 menit di lapangan, tetapi kemajuan sepak bola Priangan Timur membutuhkan kolaborasi yang lebih panjang di luar lapangan.(Red)***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *